HokBen Telah Hadir di Lampung

Gambar
Tabik Pun !
Ada kabar gembira nih buat para pecinta kuliner di Lampung. Telah hadir HokBen cabang Lampung pada 17 Oktober 2018.

Pelopor makanan bergaya khas Jepang di Indonesia ini, untuk pertama kalinya hadir di Sumatera. HokBen memilih Lampung, karena lokasinya cukup strategis dekat dengan Pulau Jawa. Selain itu karena kecintaan masyarakat di Lampung akan berbagai kuliner nusantara yang mendorong HokBen  untuk menambah ragam kuliner di Bandar Lampung, terutama dengan makanan khas Jepang-nya.

Nah, saya dan teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan untuk mencicipi beberapa menu HokBen satu hari setelah Grand Opening.

Oh iya sampai lupa! Udah tau lokasi HokBen cabang Lampung di mana? Nah lokasinya berada di Mall Boemi Kedaton (MBK) Lantai 1, Bandar Lampung.

Kembali ke acara icip-icipnya ya... hehe
Jadi kami tiba di lokasi jam 9, ternyata HokBen baru dibuka jam 10. Jadi sambil menunggu waktu, kami mengambil beberapa angle gambar di lokasi. Angle? Bahasanya keren ya... haha


Dan acar…

Ayat- Ayat Cinta 2 : Fahri Mencari Sang Istri, Aisha



 
Film Ayat-Ayat Cinta 2

Film Ayat-Ayat Cinta 2 yang terinspirasi dari Novel dengan judul yang sama, telah mulai ditayangkan sejak akhir Desember 2017. Film ini adalah sekuel dari film Ayat-Ayat Cinta 1. Nah pada 27 Desember 2017, saya ikut nonton bareng bersama FLP (Forum Lingkar Pena) Bandar Lampung.

Nah kali ini saya ingin mengisahkan tentang sedikit pendapat saya mengenai jalan cerita film Ayat-Ayat Cinta 2. Berpendapat tentu boleh dong :)

Di dalam film ini, sang tokoh utama, Fahri sudah menjadi profesor bidang filologi dari Jerman dan mengajar di Edinburgh, Skotlandia. Sehingga, gestur dan cara bicaranya terlihat semakin matang. Selain mengajar, ia juga memiliki bisnis yang telah dirintis bersama istrinya, Aisha. Penampilannya semakin modis. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah diterima orang-orang sekitar, tidak dipandang aneh oleh masyarakat Eropa. Ia masih menjaga batasan dalam berinteraksi dengan perempuan, tetapi tidak sekaku dulu.

Fahri sedang sholat di ruang kelas

Kisah ini dimulai dengan Fahry yang sedang shalat di ruang kelas, sebelum dia memulai pelajaran. Ada beberapa mahasiswa nya yang berkomentar. Ada yang bilang ia tidak lah pantas menjadi seorang dosen. Ada juga dua orang mahasiswi yang tertarik dengan nya.

Saat Fahri memulai pelajaran, ada yang bertanya mengenai kedudukan seorang wanita dalam Islam. Sebenarnya Fahri ingin menjawab, tapi ada seseorang mahasiswi yang menjawab pertanyaan itu. Dengan lugas dan tepat sekali jawaban nya. Sementara Fahri juga membenarkan jawabannya.

Setelah pelajaran usai, mahasiswi itu menemui Fahri. Ternyata dia adalah Hulya, sepupu dari Aisa, istri Fahri. Mereka pun berbincang-bincang, dan pulang bersama. Dalam perjalanan, mereka mampir sebentar di minimarket miliknya Fahri. Tak disangka, di sana Fahri diberi seporsi makanan oleh seorang mahasiswinya yang ternyata mengaguminya.

Fahri tinggal di daerah yang terdiri dari berbagai bangsa dan agama. Ada tetangganya yang bernama Oma Brenda, seorang Yahudi yang tidak suka dengannya. Tapi Fahri tetap bersikap biasa, bahkan mengantarkannya ke tempat beribadah orang-orang Yahudi. Suatu hari, anaknya Oma Brenda mengusirnya dari rumah, karena rumah itu telah dijual. Fahri dengan kebaikan, menolong Oma Brenda dengan menebus kembali rumah tersebut.

Fahri juga bertetangga dengan sebuah keluarga dengan sepasang kakak adik. Kakaknya, Keira tidaklah suka dengan kehadiran Fahri. Malahan, ketika Keira dibantu oleh Fahri, ia tidak berterima kasih kepada Fahri. Sementara adiknya, Jason seringkali mencoret-coret mobil Fahri. Suatu saat, Jason tertangkap sedang mencuri di minimarket miliknya Fahri. Fahri tetap bersikap baik, bahkan membiarkan nya mengambil barang-barang secara gratis.
 
Fahri sedang berbincang dengan Hulya

Di suatu saat, saat Fahri dan teman-temannya sudah selesai menunaikan shalat di suatu masjid. Ada seorang wanita bercadar, yang dimarahin orang-orang karena mengemis di depan masjid. Fahri membela wanita itu dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Dan setelah dijelaskan, orang-orang itu pun mengerti dan segera pergi. Wanita itu bernama Sabina, ia tidak memiliki tempat tinggal. Dengan senang hati, Fahri pun menawarkan Sabina untuk tinggal di rumahnya sebagai seorang pembantu.

Padahal, jika kita sebagai penonton mengamati Sabina ini. Ia terlihat seperti Aisa, istri Fahri. Namun hanya Oma Brenda yang tak sengaja pernah melihat wajahnya secara langsung.

Hingga suatu hari, Ayahnya Hulya datang menemui Fahri dan memintanya untuk menikahi anaknya, Hulya. Dengan penuh kebimbangan, hingga pada akhirnya Fahri pun memutuskan untuk menikah.

Sementara itu, Keira yang sudah terkenal sebagai seorang pemain biola. Di salah satu talk show, mengucapkan sebuah janji :”Jika seorang yang telah membantunya adalah seorang wanita, maka akan ia jadikan saudara. Namun jika seorang pria, maka ia akan menikahinya. Hingga suatu hari, ia pun menemui orang tersebut. Dan ternyata, itu adalah Fahri. Keira pun memintanya untuk menikahinya, namun Fahri menolaknya.

Di akhir kisah, saat Hulya masuk ke rumah sakit. Fahri pun mengetahui bahwa Sabina adalah Aisa, istrinya yang selama ini ia cari. Saat Hulya telah melahirkan bayinya, ia pun berpesan kepada Aisa agar mau mengoperasi wajahnya dan menggantinya dengan wajah Hulya. Begitulah, pada akhirnya Fahri pun kembali berkumpul bersama Aisa serta anaknya, yang tak lain adalah anak dari Hulya.

Kesimpulan: di dalam film Ayat-ayat Cinta 2 ini, Fahri seperti seorang pria yang diidamkan semua wanita. Ia adalah seorang pria yang mapan dan berhati mulia. Tak mengharapkan pamrih dalam membantu orang lain.

Nah, kebetulan saya pernah membaca beberapa tulisan mengenai kritik terhadap film Ayat-ayat Cinta 2 ini. Tentu saja setiap orang berhak untuk berpendapat. Namun menurut saya, ini hanyalah cerita fiksi, jadi wajar saja bila tak sesuai dengan harapan banyak orang.

Nah bagaimana pendapat kalian tentang film ini?

Komentar

  1. Memang film itu fiksi tapi SE fiksi fiksi nya tentu yang buat punya Otak sehingga bosan berlogika ketika buat film. Shooting di luar negeri tapi sebagian besar pemeran orang Indonesia. Tinggal di kompleks yang semuanya lancar ngomong bahasa Indonesia. Yang paling buat Gak masuk akal apa ia Fahri gak mengenali Bentuk badan istrinya sendiri. ?... sesuatu yang gak mungkin banged!!! Trus adegan hayal perdebatan di kampus yang tetiba kayak sidang. Semua aktivitas Kampus pake Bahasa Indonesia?! Wow! Kayak lagi di jogya yaaa hahahahaha.... film hayaL mampus!!! Mengecewakan.

    BalasHapus
  2. Iya saya juga memang kecewa dengan film nya yg tak sebagus film Ayat ayat cinta 1. Iya tapi setidaknya kita bisa menghargai hasil kerja keras para pembuat film ini.

    BalasHapus
  3. Belum nonton tapi berasa udah nonton karena banyak membaca review film ini dari bbrp sudut pandang terlepas pro dan kontra di dalamnya.dari baca reviewnya tokoh fahri di buat terlalu sempurna banget makanya bikin klepek kaum hawa🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget mbak... sepertinya tokoh fahri dibuat terlalu perfect. Jadi terlihat seperti tak ada cacatnya. Tp overall saya suka filmnya.

      Hapus
  4. Dari film ayat ayat cinta 1 sudah pengen banget nonton, malah udah ada ayat-ayat cinta 2 masih belum kesampaian nonton. Setelah baca cerita nya jadi pengen banget punya sikap seperti Fahri. Selalu bersikap baik dimana pun tempat nya dan dengan siapa, tidak mengurangi niatan untuk berbuat kebaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah... yok segera ditonton kang, mumpung masih ada di bioskop loh. Biar bisa melihat langsung gimana alur ceritanya.

      Hapus
  5. Aku menikmati setting Film ACC2, keren aja Film Islami ada setting Palestina, Film Ketika Mas Gagah Pergi aja luar biasa negonya ada scene Palestina. Luar biasa keren buat tim sukses ACC 2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, settingan film nya cukup menarik dengan sedikit cerita di Palestina. Semoga film-film Islami semakin bermunculan di Indonesia.

      Hapus
  6. Aku belum nonton yang AAC2. Tapi dari berbagai review sudah bisa menyimpulkan ke-wow-an film ini. Kalau menurutku memang lebih bagus yang pertama. Tapi aku suka ada bagian yang menceritakan tentang Palestina. Jadi orang akan semakin tahu bagaimana biadabnya Israel di tanah Palestina. bagaimana pun juga tetap harus dukung film baik. Terutama yang bernuansa Islami seperti film ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya setuju sekali... kita harus terus mendukung film yang bernuansa Islam.

      Hapus
  7. Reviewnya lengkap banget mas novrian, sepertinya sosok.fahri ini tergambarkan begitu sempurna ya. Serasa tidak mungkin dalam kehidupan nyata. Tapi bolehlah ya dijadikan panutan dengan segala kekurangan kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas.. sosok Fahri ini tergambang jelas di kepala. Memang serasa tak mungkin jika nyata, tapi bisa jadi panutan setiap orang, terutama bagi pria.

      Hapus
  8. Saya pribadi menikmati film ini. Film yang menyisipkan banyak nilai positif di dalam lakonnya. Kekurangan yang ada di film tidak menutupi kesuksesannya membawa penonton ke berbagai susasana yang penuh seih, tawa, deg-degan, juga perenungan yang dalam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas film yang sangat menyentuh bagi yang menontonnya. Maju terus untuk perfilman Indonesia.

      Hapus
  9. Saya penasaran setting tempat-tempatnya.. Tapi gak penasaran sama film nya.. Hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. penasaran sama lokasi syuting nya ya... ya bolehlah ya haha...

      Hapus
  10. Sayang karena saya tinggal jauh dari Bioskop cukup puas saja lihat Trailer Ayat-Ayat Cinta 2 juga mbaca review baik positif maupun negatif yah tentu saja masih ada kritikus film. hihih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, sebagai penikmat film, kita cukup mengapresiasi kreatifitas mereka.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahrul Gunawan Melayani Pembelian Lampung Bona Cake

Review Bunda: Kisah Cinta 2 Kodi, Keluarga Masa Kini