Inilah Profil Alam Ganjar, Anak Tunggal Ganjar Pranowo

Gambar
Alam Ganjar, Putra Tunggal Ganjar Pranowo / Instagram @alamganjar Muhammad Zinedine Alam Ganjar atau yang disapa Alam Ganjar merupakan putra tunggal dari pasangan Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh. Dia lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 14 Desember 2001. Pemuda yang saat ini berusia 22 tahun tersebut menghabiskan masa sekolahnya di Semarang dengan bersekolah di SMP 2 Semarang. Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya di SMA 3 Semarang pada tahun 2020. Seperti yang kita ketahui, Ganjar Pranowo secara resmi diumumkan sebagai Bakal Calon Presiden (Bacapres) Republik Indonesia dalam Pemilihan Presiden yang akan berlangsung pada tahun 2024. Banyak sorotan publik yang mengarah ke Ganjar, termasuk ke anak tunggalnya, Alamm Ganjar. Akibatnya bermunculan berita tentang Alam Ganjar. Berikut ini beberapa fakta menarik tentang Alam Ganjar, yang belum banyak kita ketahui: 1. Hobi Olahraga dan Gaming Alam Ganjar memiliki banyak hobi, salah satunya bermain sepakbola dan futsal, yang momennya banyak ia

30 Hari Bercerita, Dapat Teman Baru di Instagram

Dapat teman baru di 30 hari bercerita

Sebelumnya saya sudah menceritakan 15 hari saya di 30 hari bercerita. Dan ini adalah 5 hari selanjutnya.

Dengan mengikuti ngeblog di instagram, saya juga dapat banyak teman baru. Mulai dari saling follow follow-an sampai saling coment-an. Pokoknya seru deh.

16. Day 16 (23 Januari 2018)

Selasa, cerita apa ya?

Akan kukatakan semua
aku berjanji
tapi jika engkau juga
mengatakan semua
tentang dirimu
tuluskah cinta untuk diriku
(Lirik sebuah lagu)
.
Kuawali selasa pagi, dengan mendengarkan lagu ini. Apakah aku sedang bimbang? Sedang berpikir? Atau sedang apa?
Itu semua akan terjawab dalam hitungan hari, minggu atau kah bulan. Ya, terserah langkah yang ku lakukan.
Namun, satu yang kutahu. Ada sesuatu yang terasa di hati. Ada sesuatu yang tak biasa. Satu hal yang sering kali singgah dan pergi.
Ku harap kali ini, kamu mau menetap. Menjadikan ku sebagai stasiun terakhir mu. Dan menerima ku dengan sepenuh hati mu.

#30haribercerita #30hbc1823 #tentangselasa #danlagu

17. Day 17 (24 Januari 2018)

Negeri Hoaks

Aku hidup di sebuah negeri. Negeri yang penuh intrik penipuan. Mulai dari saling menjatuhkan hingga adu domba antar golongan.

Info hoaks sangat mudah tersebar di sini. Ujaran kebencian pun gampang disantap orang-orang. Seakan seperti makanan sehari-hari, bukan nya dijauhi justru dicari.

Bahkan tanpa disadari hoaks sudah mendarah daging di sini. Seakan tak peduli, bahwa itu adalah sesuatu yang harusnya dihindari. Kini ku mencoba berkelahi dengan waktu, mencoba mengubah pandangan ini. Bahwa hoaks harus lah dibasmi sampai tak tersisa di zaman ini. Yang katanya zaman now atau zaman kekinian.

Pic: kompasiana.com

#30haribercerita #30hbc18hoaks #30hbc1824 #tentanghoaks #bergerakbersama

18. Day 18 (25 Januari 2018)

Sketsa(ku)

Jika diperhatikan hanya terlihat sisi hitam dan sisi putih. Maka itu menggambarkan sifat gelap ku dan sifat terangku.
Aku hanya lah seorang pemuda biasa yang sederhana. Maka jangan lah kamu mengharapkan sesuatu yang lebih dariku.
Jika ku mampu, maka akan ku beri kan pada mu.

Sketsa...
Bicaralah lewat sebuah gambar, yang memperlihatkan sebuah retorika, yang bisa saja diambil kesimpulan sementara.
Hanya saja tak semua hal bisa dilihat hanya dengan mata, lihat lah dengan hati, maka kamu akan tahu semuanya.

Sketsa(ku)...
Sekedar agar kamu tahu,
Sisi baik dan buruk ku.

#30haribercerita #30hbc1825 #tentangskesta #danaku

19. Day 19 (26 Januari 2018)

Mengenai kisah di saat ku kecil, hanya satu hal yang teringat, yaitu kerinduan akan masa-masa bermain dengan teman-teman. Dahulu, cuma bermain dan belajar yang menjadi rutinitas sehari-hari.

Menjadi ironi untuk anak-anak zaman now, yang bermain dengan gadget atau bermain di gamezone mall. Memang sih saat bermain untuk anak-anak saat ini, bisa mengembangkan pikirannya, sementara anak-anak dulu bisa mengembangkan otak dan fisiknya.

Masa kecil adalah permainan. Karena hidup memang hanyalah taman bermain.

Pic 1: google
Pic 2: dokpri

#30haribercerita #30hbc18masakecil #30hbc1826 #masakecil #transmart #lampung

20. Day 20 (27 Januari 2018)

Jujur hari ini aku merasa cukup lelah, sehingga aku sedang tak ingin bercerita. Hanya ingin berkeluh kesah tentang kepenatan yang ada.

Lelah, karena hanya bisa berbuat baik, tanpa adanya timbal balik. Walau tak perlu satu balasan, setidaknya adalah satu penghargaan bukan satu kebencian yang justru tertanam.

Kuharap sabtu ini berakhir dengan beraroma rindu, bukan lagi bernada sendu.

Pic: pathdaily

#30haribercerita #30hbc1827 #tentanglelah #danrindu

Itulah 20 hari ku di 30 hari bercerita.
Nantikan kisahku di akhir dari 30 hari bercerita ini di postingan selanjutnya ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

30 Hari Bercerita, Serunya Ngeblog di Instagram

Ayat- Ayat Cinta 2 : Fahri Mencari Sang Istri, Aisha

Sahrul Gunawan Melayani Pembelian Lampung Bona Cake

Tiket Film Arwah Bisa Ditukar Hadiah Loh

5 Fakta Festival Lalang Waya Lampung